external evaluator to evaluate the LKM-LWR project in Fadoro and Binaka villages

Closing date : before 28 September 2009.

Lembaga Keuangan Mikro Ebeni Haezeri (LKM) Nias,
seeking for qualified external evaluator to evaluate the LKM-LWR project in Fadoro
and Binaka villages. The qualification is as follow:

Bachelor
degree in social science or other related education background Demonstrated
experienced working as program evaluator with NGO minimum five years.Familiar
with participatory approach in program evaluationExperience
working with humanitarian NGO at least for three years.Experience
in livelihood sector is a plusExperience
working in Nias is a plusSkilful
in report writingConsultant
based in North Sumatra and/or Aceh will only be consideredFluency
in English and Bahasa Indonesia both verbal and written is essential

The external evaluator responsible to:

Develop evaluation design for LKM based on ToR belowLead the evaluation team,
including give the brief training about the evaluation methodology Conduct
the evaluation processEnsure the data quality Analyse data, get feedback and cross check if necessary
Provide the evaluation report based on the LKM-LWR format.

Estimation time in the field approximately 5-7 days, while for report writing the
consultant may work virtually outside Nias. The trainers will receive
transportation, accommodation and consultation fee based on experience and
qualification.

Send your CV with the cover letter (not more than 300KB) with subject:
LKM-External Evaluation
to
ebeni_haezeri@yahoo.co.id
, sarofati_gea@yahoo.com with cc
to lwrindonesia1@gmail.com
We expected you to send your application before 28 September 2009.

TERM OF REFERENCE

EVALUATION LIVELIHOOD SUPPORT PROJECT

IN FADORO AND BINAKA VILLAGE NIAS 2008-2009

LKM EBENI HAEZERI

BACK GROUND

Rendahnya pendidikan rata-rata masyarakat desa Fadoro dan desa Binaka, juga
kurangnya ketrampilan atau skill pada beberapa bidang seperti dalam budidaya
peternakan dan budidaya pertanian sehingga hasil dari  budidaya peternakan dan
pertanian belum maksimal. Disamping itu juga kurangnya permodalan untuk mengembangkan
usaha produktif seperti beternak babi dan budidaya tanaman holtikultur.Kesemuanya ini bermuara
pada rendahnya pendapatan masyarakat petani di desa Fadoro dan Binaka
Kec.Gunungsitoli Idanoi.

Desa Binaka terletak di Kec.Gunungsitoli Idanoi  ±19km dari ibukota Kabupaten Nias Induk arah
selatan dengan luas desa sekitar 532 ha dan jumlah penduduk berkisar 450 jiwa
laki-laki dan 675 perempuan (230 KK) hampir seluruhnya pemeluk agama Kristen
dengan mata pencaharian rata-rata bertani palawija/sayuran dengan jenis
komoditi timun, kangkung, bayam, kacang panjang, terung dan cabai, beternak
babi ,sekitar 5% bertani karet, pegawai negeri atau kantoran sekitar 1,7%. Pendapatan
rata-rata petani berkisar Rp.800.000 hingga Rp.1.500.000 perbulan. Di desa ini
belum terdapat sekolah dan rata-rata penduduk tamat Sekolah Dasar, tamat SMU
sekitar 10% dan tamat SMP sekitar 10% dengan angka buta huruf sekitar 20% di
mana hanya sekitar 80% dapat berbahasa Indonesia sementara yang dapat baca
tulis sekitar 60 persen. Secara geografis desa Binaka berada pada pesisir
pantai dan termasuk pada daerah dataran rendah.

Desa Fadoro berada pada perbukitan dengan jarak ±16 km dari kota  Gunungsitoli dengan
luas desa ± 450 ha dan jumlah penduduk laki-laki ±417 jiwa dan perempuan ±478 jiwa (167 KK). Sebanyak 80%
pemeluk agama Kristen protestan dan 20% Katolik. Mata pencaharian umumnya  adalah petani karet (90%)
sekaligus beternak babi di samping komoditi selingan seperti kakao, pisang, kelapa, pinang dan
cengkeh. Sebagian lagi penduduk desa ini bertani sawah dengan menyewa lahan di
desa tetangganya yang daerahnya datar. Sebagian kecil (3%) bekerja sebagai
pegawai kantor atau PNS (3%) dan lainnya mempunyai pekerjaan musiman sebagai
buruh tukang atau mengangkut pasir dan batu gunung. Pendapatan rata-rata petani
kebun di desa ini berkisar Rp.7.500.000 pertahun dari hasil bertani sawah dan
Rp.624.000 perbulan dari hasil karet ditambah dengan hasil penjualan beberapa
komoditi sampingan dan juga dari ternak babi sekitar 2 ekor x 1.500.000 per tahun.

LKM EBENI HAEZERI sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal dengan
dukungan pendanaan dari LWR melakukan sebuah project untuk mencoba menjawab
permasalahan tersebut. Dalam identifikasi study terdahulu project ini melakukan
perencanaan  untuk periode Agustus 2008 – September 2009.

Tujuan umum yang ingin dicapai selama program di bulan Agustus 2008 –
September 2009 adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan ketrampilan dan pengetahuan 110 perempuan  penerima manfaat
(72 di  Fadoro dan 38 di Binaka) dalam budidaya cabai dan kacang tanah  dan juga peternakan babi.

2. Peningkatan kemampuan dan pengetahuan dalam membaca, menulis dan berhitung
untuk 110 perempuan penerima manfaat melalui (1) kelas pendidikan alternative 2 kali sebulan
untuk 12 bulan.

3. Penyediaan bibit ternak  babi dan input pertanian lainnya  (benih dan alat  pertanian kecil)
sebagai hibah untuk 110 perempuan  untuk tanaman  cabai dan kacang tanah sebagi alat-alat
tambahan untuk mata pencarian.

Pada perode 2008 – 2009 ini LKM melakukan program/project di dua desa tersebut dengan beberapa
kegiatan antara lain :

–   Pelatihan/Penyuluhan Reguler Budidaya Ternak Babi selama 10 bulan.

–   Melakukan Pelatihan Reguler Membaca – Menulis dan Berhitung ( Calistung ) selama 12 bulan.

–   Pelatihan/Penyuluhan Reguler Budidaya Kacang tanah di Fadoro selama 10 bulan.

–   Pelatihan/Penyuluhan Reguler Budidaya Cabai di Binaka selama 10 bulan.

–   Penguatan kelompok swadaya masyarakat melalui Pertemuan reguler selama 12 bulan.

–   Mensupport beberapa input pertanian untuk pertanian kacang tanah dan cabai.

–   Mensupport beberapa input peternakan seperti bibit ternak babi,suplemen dan vaksinasi.

ToR ini dimaksudkan untuk dapat dilakukannya evaluasi terhadap kegiatan atau program
yang dilakukan LKM di dua desa tersebut guna mendapatkan gambaran pencapaian out put
atas aktivitas yang dilakukan dan outcomes serta objective dan tujuan yang akan dicapai.

Hasil dari evaluasi ini akan menjadi pembelajaran bagi LKM Ebeni Haezeri dalam melakukan
perbaikan-perbaikan dan juga dalam merancang program yang akan dilakukan oleh
LKM Ebeni Haezeri dimasa mendatang. Untuk menjamin objektivitas proses evaluasi,
maka LKM Ebeni Haezeri akan merekrut konsultan evaluator untuk memimpin proses
evaluasi. Mempertimbangkan proses evaluasi sebagai bagian pembelajaran yang
baik kepada staff proyek, maka LKM Ebeni Haezeri juga akan melibatkan staff
proyek dalam proses evaluasi tersebut.

OBJECTIVE AND RESULTS OF THE EVALUATION

OBJECTIVES

Dari evaluasi ini didapatkan sebuah gambaran tentang perencanaan kegiatan atau program,
implementasinya dan hasil yang diperoleh.Dari hasil evaluasi ini diharapkan LKM Ebeni Haezeri dan
juga LWR mendapatkan masukan dalam pembuatan perencanaan kegiatan dimasa depan
dan juga rekomendasi baik dari evaluator maupun dari masyarakat serta fihak
pemerintah lokal yang secara langsung atau tidak langsung turut bekerjasama
dalam kegiatan ini.

Bagi Masyarakat diharapkan bahwa dalam evaluasi ini juga mereka berperan langsung dalam melakukan evaluasi
terhadap project.Dan bagi pihak pemerintah lokal khususnya dinas yang terkait khususnya
Dinas pertanian dan PPL bagaimana kerjasama yang terbangun bersama masyarakat
dan Lembaga serta perobahan-perobahan yang terjadi dalam masyarakat khususnya
di bidang pertanian dan peternakan dan juga pendidikan.

RESULTS

Evaluasi ini  akan menghasilkan  jawaban atas pertanyaan berikut :
EFEKTIVITAS yang merupakan tingkat perwujudan dari maksud Proyek.

Tingkat perwujudan tersebut dapat dilihat dari pencapaian output yang ada dalam logical framework, antara
lain:

·  Apakah 72 perempuan di Fadoro sudah menerapkan pertanian kacang tanah
secara semi modern (definisi semi modern akan ditentukan
kemudian berdasarkan diskusi dengan LKM dan konsultan evaluasi).

·  Apakah 38 perempuan di Binaka sudah menerapkan pertanian cabai secara semi modern.

·  Apakah 110 perempuan di Binaka dan Fadoro sudah menerapkan peternakan babi secara semi modern.

·  Apakah 90 % dari 110 beneficieries perempuan sudah menghadiri 90 % dari 24 kali kelas Calistung.

·  Apakah 80 % beneficiaries perempuan sudah dapat meningkatkan score mereka dari pretest ke posttest.

·  Apakah 72 perempuan di Fadoro sudah dapat memanen kacang tanah sebanyak 3.600 kg-3.800 kg kacang tanah
per hektar atau mendapat peningkatan panen kacang tanah 30 %.

·  Apakah 38 perempuan di Binaka sudah dapat memanen cabai sebanyak 3.600 kg per hektar
atau meningkat hasil panennya sebesar 30 %.

·  Apakah 110 rumah tangga memperoleh peningkatan bobot ternak babinya sebesar 50 % semenjak distribusi.

·  Apakah ada 80 % dari 110 ternak babi yang hidup hingga dijual pada usia 8 bulan.

·  Dan pertanyaan lain sesuai logical framework

EFISIENSI
Pada bagian ini, identifikasi tentang perbandingan efisiensi antara masukan (input) dari proyek
dengan hasil yang diperoleh baik dari sisi output, outcome maupun di level
objective. Dalam efisiensi, LKM Ebeni Haezeri ingin melihat tentang:

–  Apakah Tujuan (objective dan outcome) dari project sudah tercapai dan seberapa besar pencapaianya.

–  Apakah Output dari project sudah tercapai atau seberapa besar pencapaiannya

–  Apakah input atau sumberdaya yang sudah diberikan oleh LKM Ebeni Haezeri sudah sebanding
dengan hasil yang diperoleh, termasuk apakah biaya per beneficiaries sudah sesuai dengan
perencanaan dan ekonomis.

SUSTAINABILITY

Pada bagian ini, analisa tentang keberlanjutan program, atau bagaimana penerima manfaat dapat bertahan setelah
pelaksanaan program selesai. Beberapa informasi yang dibutuhkan antara lain:

–  Apakah petani masih dapat melanjutkan aktivitasnya selama dua tahun kedepan pasca berakhirnya dukungan:

o  Financial
o  Tenaga kerja dan mekanisasi.
o  Biaya pertemuan dan pelatihan.
o  Penyediaan trainer/penyuluh.

–  Apakah material input dan tenaga ahli akan dapat diatasi oleh beneficieries dan dukungan
apakah yang akan diberikan oleh NGO atau Lembaga Pendamping.

–  Bagaimana hubungan kerjasama yang dibangun antara pelayanan pertanian/Pemerintah dengan LKM

Dengan didasari dari identifikasi atas pertanyaan-pertanyaan di atas,
konsultan evaluasi akan memberikan kesimpulan dan menyajikan Rekomendasi untuk
meningkatkan Efektivitas,Efisiensi dan Keberlanjutan dari project.

Metoda pengumpulan data yang akan digunakan dalam evaluasi ini dapat
berupa (tetapi tidak terbatas pada): Observasi langsung,wawancara/interview
individual atau group, wawancara key informan dan study dokumen.

APPROACH
· Evaluator akan didampingi oleh dua orang staff dari LKM dan LWR dalam bentuk Team.
· Pendekatan harus transparan dan dapat diakses.
· Study sebaiknya menggunakan  variasi yang luas dari metoda pengumpulan
data: Observasi, wawancara-individual interview, group interview, catatan
pribadi pertanyaan-pertanyaan dan study dokumen, atau menggunakan metoda yang
telah dibangun bersama dengan M&E design atau yang akan didiskusikan lebih lanjut.

· Data akan dikoleksi dari masing-masing tingkatan: Beneficieries, Tokoh di desa lokasi, Staff
Pelaksana, dokumen administratif, Dinas atau Badan terkait atau pegawainya.

· Data akan dikonsolidasikan dan laporan sementara akan didiskusikan hingga laporan final.

· Consultan Evaluasi harus bertanggung-jawab atas isi Laporan Akhir.

FOCUS AND  SCOPE, REQUIRED EXPERTISE

Evaluasi akan dipimpin oleh konsultan evaluasi yang akan membawahi staff
LKM sebagai anggota tim. Konsultan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

· S1 Sosial, Ekonomi atau ilmu terkait lainnya (Master Degree lebih disukai)
· Berpengalaman minimal 5 tahun dalam humanitarian organisation
· Berpengalaman dalam evaluasi proyek setidaknya 5 tahun
· Mempunyai keahlian dalam memfasilitasi didalam sessi kelompok dan workshop.
· Berdomisili di Sumatera Utara atau Aceh lebih diutamakan
· Berpengalaman dalam pendekatan evaluasi yang partsipatif
· Lebih disukai yang menguasai bahasa setempat

TIME SCHEDULE AND REPORTING

Evaluasi direncanakan dimulai pada  awal Oktober 2009 atau setelah  berakhirnya
kegiatan project pada September 2009 setelah laporan akhir dari masing-masing
aktivitas project selesai dibuat. Proses di lapangan di rencanakan pada tanggal
5 Oktober 2009 hingga 12 Oktober 2009 (Skedul terlampir dan  dapat dikonsultasikan lebih lanjut).
Laporan diharapkan diterima paling lambat tanggal 30 October 2009.

Format laporan setidaknya mencakup bagian ini:

I.  Cover page with authorship, date and reporting period

II. Executive Summary

Short description of project, including final and
intermediate goals, purpose of the evaluation, overall assessment and
conclusions, main findings, lessons learned and recommendations.

The executive summary should be in language accessible to all intended
audiences and if necessary, alternate summaries should be made available.

III. Table of contents

IV.  Background of the project (start/finish dates, original problem analysis, objectives
(and targets), description of activities, persons involved, wider context in which
project has taken place, including key events likely to have affected the project)

V.   Description of evaluation (purpose, design, methodology, and measures for outcomes or
effects and for the process of implementation)

VI.  Findings/results
(problem identification and appraisal, implementation and monitoring, outcome/effect
and impact; achievements and distribution of benefits; beneficiaries; capacity
building, organizational linkages; risk management; sustainability; etc.)

VII. Discussion
(including potential for replication)

VIII.Summary of conclusions and lessons learned

IX.  Recommendations (the project management, to LWR, to donors, for subsequent M&E of this
project and others)

X.   Minority Reports if any

XI. Annexes:
Scope of Evaluation, itinerary and list of persons consulted, references,
methods of data collection, including instruments and data analysis and
interpretation, detailed tabulations or analyses of quantitative data,
transcripts or summaries of qualitative data

Laporan akhirnya akan mengikuti kriteria sebagai berikut :
· Maximum  50 Halaman belum termasuk lampiran.
· Dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (softcopy)

SERVICE PROVIDED BY THE LKM EBENI HAEZERI

LKM akan menanggung biaya sebagai berikut:
· Fee untuk konsultan evaluasi (selama xx hari kerja)
· Pajak penghasilan konsultan evaluasi
· Tiket dari dan ke Nias
· Akomodasi selama di Nias (dan di Medan bila dibutuhkan)
· Biaya makan yang akan ditanggung sebesar yang dikeluarkan (sampai pada batas tertentu)

LKM tidak menyediakan atau mencakup biaya atau pengeluaran sebagai berikut:
· Asuransi kecelakaan selama proses pengumpulan data
· Biaya komunikasi
· Alat tulis dan laptop

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: